Pertahankan Disertasi Tasawuf Nusantara, Putra Mandar Raih Doktor Summa Cum Laude di Al-Azhar Kairo

1784899079

Parepare Dr. Syekh H. Andi Muhammad Ridwan Tahir, Lc., M.A. resmi meraih gelar Doktor dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dengan predikat tertinggi Martabat al-Syaraf al-Ula (Summa Cum Laude) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pimpinan Pondok Pesantren Khalwatiyah Manahilul Irfan asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini, berhasil mempertahankan disertasinya yang mengangkat kontribusi penting tasawuf Nusantara di hadapan sidang majelis penguji. [1, 2, 3]

Dunia pendidikan dan keilmuan Islam di Indonesia kembali mencatatkan prestasi internasional yang membanggakan. Seorang putra daerah asal Mandar, Sulawesi Barat, Andi Muhammad Ridwan Tahir, sukses meraih gelar Doktor dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, pada Sabtu malam (8/8/2026) waktu setempat. [1, 2]

Sidang munaqasyah (promosi doktor) yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam di Aula Imam Prof. Dr. Husain Al-Dzahabi, Fakultas Ushuluddin tersebut menetapkan kelulusan Ridwan Tahir dengan predikat tertinggi, Martabat al-Syaraf al-Ula atau Summa Cum Laude. Lewat pencapaian ini, ia tercatat sebagai doktor ketiga asal Sulawesi Barat yang lulus dari Jurusan Akidah dan Filsafat di universitas Islam tertua tersebut. [1, 2, 3, 4, 5]

Dalam ujian terbuka itu, Ridwan Tahir mempertahankan disertasi ilmiah berbahasa Arab bertajuk “Tarekat Khalwatiyah dan Kontribusinya terhadap Pembinaan Spiritual Praktis serta Penyebaran Tasawuf di Kepulauan Nusantara: Sebuah Kajian Analitis Komparatif”. [1, 2]

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Jamaluddin Husain Afifi selaku promotor utama dan Prof. Dr. Abdurrahman Fahmiy Riyadh selaku ko-promotor. Jalannya munaqasyah juga turut disaksikan oleh jajaran Dekanat Fakultas Ushuluddin Al-Azhar, perwakilan KBRI Kairo, serta puluhan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Mesir. [1, 2, 3]

Angkat Nilai Historis Perjuangan Islam Nusantara

Melalui laporan koresponden Berita Narasi Rakyat, riset doktoral ini mengulas secara mendalam bahwa ajaran tasawuf dan Tarekat Khalwatiyah bukan sekadar bentuk ibadah spiritualitas murni. Lebih dari itu, jaringan ulama tarekat di masa lampau terbukti menjadi pilar peradaban yang membentuk karakter sosial, penguat dakwah, serta motor penggerak solidaritas masyarakat Nusantara dalam melawan kolonialisme. [1, 2, 3, 4]

“Disertasi ini lahir dari keyakinan bahwa tasawuf di Nusantara bukan sekadar warisan spiritual, melainkan juga kekuatan peradaban yang membentuk karakter masyarakat, memperkuat pendidikan, dakwah, persatuan, serta memberikan kontribusi dalam sejarah perjuangan bangsa,” tutur Dr. Andi Muhammad Ridwan Tahir sesaat setelah sidang selesai, seperti dikutip dari laman berita Ruang Tengah. [1]

Pimpinan Pondok Pesantren Khalwatiyah Manahilul Irfan ini juga berharap agar hasil penelitiannya dapat memperkenalkan corak kepemimpinan ulama dan khazanah Islam Nusantara yang damai ke panggung akademik internasional, khususnya di lingkungan Universitas Al-Azhar. [1, 2]

Apresiasi besar pun mengalir dari tanah air. Pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat dan Kemenag Polewali Mandar secara terbuka menyampaikan ucapan selamat dan menaruh harapan besar agar ilmu yang diperoleh sang kiai mampu membawa keberkahan dan menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus menuntut ilmu setinggi-tingginya. [1, 2, 3]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *