Perkawinan anak merupakan persoalan sosial yang tidak dapat dilihat hanya dari perspektif hukum. Di balik keputusan perkawinan pada usia muda terdapat persoalan pendidikan, ekonomi, budaya, pola pengasuhan, dan lingkungan sosial.Pencegahan perkawinan anak membutuhkan pendekatan lintas sektor. Keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat harus memiliki persepsi yang sama bahwa anak membutuhkan ruang untuk tumbuh dan mempersiapkan masa depannya.Pendidikan reproduksi, pendidikan keluarga, bimbingan perkawinan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan. Pendekatan hukum tetap penting, tetapi harus berjalan bersama pendekatan sosial dan edukatif.Melindungi anak bukan berarti membatasi masa depan mereka. Justru perlindungan merupakan upaya memastikan generasi muda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membangun kehidupan yang matang dan berkualitas.
Perkawinan Anak dan Masa Depan Generasi Muda
