Keluarga merupakan institusi sosial pertama yang membentuk kepribadian seseorang. Namun, perubahan sosial dan perkembangan teknologi telah mengubah pola interaksi dalam keluarga. Anggota keluarga dapat berada dalam satu rumah tetapi hidup dalam ruang digital yang berbeda.Kesibukan pekerjaan, perubahan ekonomi, dan penggunaan media sosial dapat mengurangi intensitas komunikasi keluarga. Padahal, komunikasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun relasi yang sehat.Keluarga perlu membangun kembali ruang dialog. Makan bersama, berdiskusi, mendengarkan pengalaman anak, dan membangun kebiasaan saling menghargai merupakan praktik sederhana yang memiliki dampak besar.Teknologi tidak harus menjadi musuh keluarga. Yang diperlukan adalah kemampuan mengelola teknologi agar menjadi alat yang memperkuat hubungan, bukan menggantikannya.
Keluarga di Tengah Perubahan Sosial
