Media sosial telah mengubah cara masyarakat berdiskusi. Jika dahulu perdebatan publik berlangsung di ruang fisik, kini percakapan dapat berlangsung sepanjang hari melalui berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuka ruang demokratisasi informasi, tetapi juga membawa persoalan baru.Perbedaan pendapat sering kali berubah menjadi konflik personal. Orang tidak lagi membantah gagasan, tetapi menyerang identitas orang yang menyampaikan gagasan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebebasan berbicara perlu berjalan bersama dengan tanggung jawab komunikasi.Mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki peran penting dalam membangun budaya diskusi yang sehat. Kritik harus diarahkan kepada argumentasi, bukan penghinaan terhadap pribadi. Perbedaan pandangan seharusnya dipahami sebagai bagian dari proses intelektual.Ruang digital akan menjadi semakin penting dalam kehidupan publik. Karena itu, kualitas demokrasi digital sangat bergantung pada kemampuan masyarakat mengelola perbedaan secara dewasa.
Ketika Media Sosial Menjadi Ruang Perdebatan Publik
