Incar Juara MCC FAKSHI Law Fair 2026, Dua Mahasiswa S1 Hukum Keluarga Ikuti Konsultasi Praktik Sidang

whatsapp image 2026 10 26 at 5.02.05 pm (1)

PAREPARE — Menjelang kompetisi peradilan semu atau Moot Court Competition (MCC), dua mahasiswa strata satu (S1) Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar sesi konsultasi khusus. Pendampingan akademik ini difokuskan pada pematangan strategi, argumentasi hukum, dan teknis praktik sidang guna merebut gelar juara dalam perhelatan akbar FAKSHI Law Fair 2026.

Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk persiapan matang delegasi HKI dalam menghadapi ketatnya kompetisi. Berdasarkan data resmi yang dirilis Humas IAIN Parepare (25/10/2026), FAKSHI Law Fair 2026 yang berlangsung pada 24–31 Oktober 2026 ini menghadirkan 22 cabang perlombaan. Selain Kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) Internasional, ajang MCC menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi yang menuntut penguasaan teori dan praktik hukum acara secara komprehensif.

Dalam sesi konsultasi tersebut, Ahmad bertindak selaku instruktur yang mendampingi kedua delegasi S1 HKI. Materi bimbingan dibedah secara rinci, mulai dari penyusunan berkas perkara (legal drafting), teknik pembuktian, tata cara bertanya kepada saksi, hingga seni berargumentasi (legal reasoning) di hadapan majelis hakim semu. Penguasaan teknis persidangan dinilai krusial agar delegasi mampu menguasai jalannya persidangan dan memenangkan penilaian dewan juri.

Persiapan intensif melalui konsultasi peradilan semu ini sejalan dengan visi pelaksanaan FAKSHI Law Fair 2026. Ketua Panitia, Rasdiana, sebelumnya menegaskan bahwa perhelatan ini dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengasah pemikiran kritis dan menunjukkan kemampuannya, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Antusiasme mahasiswa HKI dalam mempersiapkan kompetisi MCC ini juga merefleksikan semangat kesadaran hukum yang diusung sejak pembukaan acara. Sebelumnya, rangkaian FAKSHI Law Fair 2026 resmi dibuka dengan parade hukum dan orasi bersama sebagai ajang penyampaian aspirasi keadilan. Melalui MCC, gagasan kritis tersebut diaktualisasikan ke dalam bentuk argumentasi yudisial yang terstruktur dan legalistik di dalam ruang sidang.

Melalui pendampingan yang fokus dan terarah, kedua mahasiswa S1 Hukum Keluarga ini ditargetkan mampu tampil maksimal, mendominasi jalannya peradilan semu, dan membawa pulang prestasi gemilang. Kompetisi ini tidak hanya sekadar ajang perebutan juara, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter penegak hukum yang berintegritas dan profesional di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *