PAREPARE — Sebanyak 10 mahasiswa lintas program studi (prodi) dan strata dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare berkumpul untuk mengikuti sesi pendampingan akademik intensif pada Kamis (22/10/2026) malam. Kegiatan kolektif ini difokuskan pada dua agenda utama, yakni pemilihan judul tugas akhir bagi mahasiswa strata satu (S1) semester lima dan penulisan artikel jurnal ilmiah bagi mahasiswa tingkat pascasarjana.
Sesi pendampingan kali ini menjangkau perwakilan mahasiswa S1 dari beragam disiplin ilmu. Tercatat ada enam mahasiswa S1 yang berpartisipasi, dengan rincian satu mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), satu mahasiswa Ekonomi Syariah, dua mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), serta dua mahasiswa program studi Matematika. Bagi mahasiswa yang menginjak semester lima ini, bimbingan difokuskan pada penggalian ide, identifikasi masalah (research gap), serta penentuan judul penelitian. Persiapan dini ini dirancang sebagai langkah strategis percepatan penyelesaian studi, baik melalui jalur skripsi konvensional maupun jalur alternatif publikasi artikel ilmiah.
Pada saat yang bersamaan, empat orang mahasiswa program pascasarjana turut serta dalam forum tersebut. Fokus utama bagi mahasiswa strata dua (S2) ini adalah mematangkan draf naskah publikasi jurnal sebagai pemenuhan syarat kompetensi akademik sekaligus upaya mendongkrak poin akreditasi institusi.
Suasana kolaboratif dan fokus tampak kental sepanjang kegiatan pendampingan berlangsung. Para mahasiswa S1 dan S2 duduk bersama mengelilingi meja panjang, berkonsentrasi membedah literatur dan menyusun kerangka tulisan di depan laptop masing-masing dengan latar belakang rak-rak arsip dokumen.
Ahmad, yang bertindak sebagai instruktur dan fasilitator dalam kegiatan ini, memandu jalannya proses brainstorming lintas keilmuan tersebut. Penggabungan sesi antara mahasiswa S1 dari berbagai latar belakang prodi bersama mahasiswa pascasarjana dinilai menciptakan iklim diskusi yang kaya akan perspektif.
Inisiatif bimbingan di luar jam kuliah ini disambut antusias oleh para peserta yang merasa sangat terbantu dalam menyusun target kelulusan. Rizal, salah satu mahasiswa S1 dari program studi Tadris IPS, mengungkapkan bahwa pendampingan ini memberikan arah yang jelas bagi penyelesaian studi mereka.
“Kegiatan ini sangat bagus dan positif untuk kami bisa mudah dalam penyelesaian studi dan konkretnya kami bisa ber-KKN tahun depan,” ungkap Rizal.
Melalui bimbingan yang berkesinambungan ini, kendala klasik berupa keterlambatan lulus akibat buntu dalam menentukan judul diharapkan dapat ditekan. Mahasiswa S1 ditargetkan memiliki peta jalan riset yang jelas sebelum memasuki semester akhir, sementara mahasiswa pascasarjana diproyeksikan segera merampungkan manuskrip jurnal mereka untuk dikirimkan ke penerbit jurnal bereputasi nasional maupun internasional.
