{"id":3323,"date":"2026-10-23T14:57:33","date_gmt":"2026-10-23T14:57:33","guid":{"rendered":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/?p=3323"},"modified":"2026-10-23T15:16:13","modified_gmt":"2026-10-23T15:16:13","slug":"tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/","title":{"rendered":"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Oleh: Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I. <br><\/strong><em>Dosen IAIN Parepare<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah, kekuatan kerajaan, atau peninggalan bangunan bersejarah. Ada warisan yang jauh lebih berharga, yakni nilai-nilai yang tetap hidup dalam masyarakat meskipun zaman terus berubah. Tanah Mandar merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan tersebut. Di sepanjang pesisir barat Sulawesi, Islam tumbuh melalui perjalanan panjang yang melibatkan kekuasaan lokal, ketokohan ulama, pendidikan keagamaan, serta tradisi masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai orang Mandar yang menekuni dunia akademik dan kajian hukum Islam, saya melihat sejarah daerah ini menyimpan pelajaran penting tentang bagaimana agama diterima, diajarkan, dan dipertahankan melalui pendekatan sosial budaya. Mandar bukan sekadar kawasan geografis yang kini sebagian besar berada dalam wilayah administratif Sulawesi Barat. Ia merupakan ruang peradaban yang dibangun melalui perjumpaan antara adat, kekuasaan, perdagangan, dan pengetahuan keislaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jauh sebelum terbentuknya pemerintahan modern, masyarakat Mandar telah mengenal sistem kerajaan dan persekutuan politik. Dalam catatan sejarah dikenal dua kelompok besar, yakni <em>Pitu Ba&#8217;bana Binanga<\/em>, persekutuan tujuh kerajaan di wilayah pesisir, dan <em>Pitu Ulunna Salu<\/em>, persekutuan tujuh kerajaan di kawasan hulu. Kedua kelompok ini memperlihatkan bahwa masyarakat Mandar mempunyai pengalaman panjang dalam membangun hubungan politik, menyelesaikan persoalan bersama, dan menjaga keseimbangan kepentingan antarkerajaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian Abd. Rahman Hamid (2022) dalam jurnal <em>Pangadereng<\/em> menjelaskan bahwa perkembangan Mandar pada abad XVI hingga XVII berkaitan erat dengan hubungan kekerabatan, dinamika kekuasaan, serta interaksi politik dengan Kerajaan Gowa. Temuan ini memperlihatkan bahwa perkembangan masyarakat Mandar tidak berlangsung secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari jaringan peradaban yang lebih luas di Sulawesi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perkembangan berikutnya, Islam membawa perubahan penting terhadap kehidupan masyarakat. Proses penyebarannya berlangsung melalui berbagai jalur, termasuk hubungan antarkerajaan, aktivitas perdagangan, dan dakwah para ulama. Salah satu tokoh yang memiliki tempat penting dalam sejarah Islamisasi Mandar adalah Syekh Abdurrahim Kamaluddin, yang dikenal dalam tradisi sejarah sebagai tokoh penyebaran Islam di Kerajaan Balanipa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kajian Suardi Kaco dan H. Ardi (2025) mengenai perkembangan Islam di Balanipa menunjukkan bahwa penerimaan Islam pada masa pemerintahan Kanna Pattang, sekitar awal abad XVII, menjadi salah satu fase penting dalam pelembagaan ajaran agama. Kehadiran perangkat keagamaan yang dikenal sebagai <em>Parewa Saraq<\/em> memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Islam mulai memperoleh tempat dalam tata pemerintahan dan kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peristiwa ini menarik untuk dikaji karena memperlihatkan hubungan antara agama dan adat yang tidak selalu berlangsung dalam suasana pertentangan. Islam hadir dengan membawa prinsip-prinsip keimanan, hukum, dan moralitas, sementara masyarakat telah memiliki tatanan sosial yang berkembang sebelumnya. Pertemuan keduanya melahirkan bentuk kehidupan keagamaan yang mempunyai karakter tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat Mandar memiliki penghormatan yang begitu kuat kepada para ulama. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal istilah <em>annangguru<\/em>, sebuah sebutan terhormat bagi tokoh yang memiliki kedalaman ilmu, kemampuan membimbing masyarakat, dan keteladanan dalam kehidupan beragama. Penghormatan tersebut tidak hanya lahir karena penguasaan kitab-kitab keislaman, tetapi juga karena kedekatan mereka dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah Islam di Majene dan Polewali Mandar memperlihatkan persebaran pusat-pusat pendidikan keagamaan yang memiliki pengaruh luas. Banggae, Pamboang, Sendana, Pambusuang, Campalagian, dan sejumlah wilayah lainnya menjadi bagian penting dari perjalanan keilmuan tersebut. Perbincangan dengan Penulis dan Tokoh Budaya Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin menunjukkan keberadaan sejumlah peninggalan makam tokoh penyebar Islam di Mandar. Temuan ini penting karena membuka peluang pembacaan sejarah melalui perpaduan sumber tertulis, tradisi lisan, dan peninggalan material.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perkembangan selanjutnya, nama Annangguru KH. Muhammad Thahir atau Imam Lapeo menempati posisi penting dalam ingatan keagamaan masyarakat. Beliau dikenal sebagai ulama yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran ajaran Islam, pembinaan umat, serta pembentukan kehidupan sosial yang berlandaskan nilai agama. Hingga sekarang, keberadaan Masjid dan Makam Imam Lapeo tetap menjadi tujuan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian Zuhriya (2012 )menunjukkan bahwa keberadaan makam Imam Lapeo memiliki fungsi religius, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Fakta ini memperlihatkan bahwa peninggalan seorang ulama dapat terus menghadirkan manfaat meskipun tokohnya telah lama wafat. Keteladanan yang diwariskan menjadi bagian dari ingatan kolektif yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjalanan sejarah pendahulunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain melahirkan ulama, masyarakat Mandar mempunyai kemampuan memelihara tradisi keagamaan melalui ekspresi kebudayaan. Salah satu yang paling dikenal adalah <em>Sayyang Pattu&#8217;du<\/em>, tradisi yang memiliki hubungan erat dengan penghargaan terhadap anak-anak yang telah menamatkan bacaan Al-Qur&#8217;an. Penelitian Muh. Idris (2024) menunjukkan adanya nilai pendidikan Islam, gotong royong, dan komunikasi budaya dalam pelaksanaan tradisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena ini menjelaskan bahwa pendidikan agama tidak selalu berlangsung dalam ruang kelas atau pengajian. Masyarakat memiliki cara tersendiri untuk memberikan penghargaan terhadap pencapaian keagamaan sekaligus menumbuhkan kebanggaan anak-anak dalam mempelajari Al-Qur&#8217;an. Tradisi menjadi media pendidikan sosial yang mempertemukan nilai keislaman dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sejumlah penelitian tersebut, saya melihat adanya ruang pengembangan kajian yang dapat disebut sebagai <strong>ekologi keilmuan Islam Mandar<\/strong>. Istilah ini saya gunakan untuk menjelaskan hubungan antara kerajaan, ulama, lembaga pendidikan, masjid, tradisi, dan masyarakat dalam membentuk keberlanjutan kehidupan Islam. Masing-masing unsur tidak berdiri sendiri, melainkan saling mendukung dalam proses pewarisan pengetahuan dan pembentukan identitas keagamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini menawarkan sudut pandang yang lebih luas dibandingkan penulisan sejarah yang hanya menempatkan tokoh dan peristiwa sebagai pusat pembahasan. Kita perlu meneliti bagaimana seorang ulama membangun jaringan murid, bagaimana masyarakat mempertahankan ajarannya, serta bagaimana masjid dan tradisi lokal menjadi ruang penyebaran pengetahuan. Dengan demikian, sejarah Islam Mandar dapat dibaca sebagai proses pembentukan peradaban yang berlangsung secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemahaman tersebut penting ketika kita mengunjungi makam para ulama, masjid tua, dan kampung-kampung yang memiliki jejak sejarah keislaman. Ziarah tidak semestinya dipahami sebatas perjalanan mengunjungi tempat bersejarah dan membaca doa. Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana pendidikan yang memperkenalkan kontribusi para pendahulu terhadap perkembangan agama, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Momentum Hari Santri 2026 yang diisi dengan kegiatan ziarah masyayikh dan silaturahmi Nahdliyin PCNU Kota Parepare ke Tanah Mandar menjadi salah satu kesempatan untuk menghidupkan kembali kesadaran tersebut. Perjalanan dari satu makam ulama ke makam lainnya dapat menghadirkan pembelajaran mengenai hubungan sejarah, perjuangan dakwah, dan keberlanjutan tradisi keagamaan yang selama ini hidup di tengah masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya berpandangan bahwa kekayaan sejarah Islam Mandar perlu mendapat perhatian lebih serius dari kalangan akademisi, pemerintah daerah, pesantren, dan organisasi keagamaan. Dokumentasi manuskrip, penelitian biografi ulama, pemetaan situs bersejarah, serta pengkajian tradisi masyarakat harus dikembangkan menjadi agenda bersama. Tanpa upaya tersebut, sebagian pengetahuan mengenai masa lalu berisiko kehilangan sumber rujukannya ketika generasi yang menyimpan ingatan sejarah semakin berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanah Mandar telah memberikan pelajaran bahwa kekuatan sebuah peradaban tidak semata-mata diukur dari peninggalan fisik atau kejayaan kekuasaan pada masa lampau. Ada warisan intelektual dan moral yang jauh lebih menentukan, yaitu kemampuan para ulama membimbing masyarakat melalui ilmu, keteladanan, dan penghargaan terhadap kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mandar layak dikenang sebagai negeri para ulama bukan hanya karena banyaknya tokoh agama yang pernah hidup di dalamnya, tetapi karena masyarakatnya mampu menjadikan ilmu dan tradisi sebagai bagian dari kehidupan. Warisan inilah yang perlu terus dibaca, diteliti, dan diperkenalkan agar generasi mendatang tidak sekadar mengetahui dari mana mereka berasal, tetapi juga memahami nilai-nilai yang membentuk jati diri mereka.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I. Dosen IAIN Parepare Sejarah suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah, kekuatan kerajaan, atau peninggalan bangunan bersejarah. Ada warisan yang jauh lebih berharga, yakni nilai-nilai yang tetap hidup dalam masyarakat meskipun zaman terus berubah. Tanah Mandar merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan tersebut. Di sepanjang pesisir barat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3330,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi - | El Haq Insight<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi - | El Haq Insight\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I. Dosen IAIN Parepare Sejarah suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah, kekuatan kerajaan, atau peninggalan bangunan bersejarah. Ada warisan yang jauh lebih berharga, yakni nilai-nilai yang tetap hidup dalam masyarakat meskipun zaman terus berubah. Tanah Mandar merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan tersebut. Di sepanjang pesisir barat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"| El Haq Insight\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-23T14:57:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-23T15:16:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f\"},\"headline\":\"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi\",\"datePublished\":\"2026-10-23T14:57:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-23T15:16:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/\"},\"wordCount\":1116,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG_8435-500kb.jpg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/\",\"name\":\"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi - | El Haq Insight\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG_8435-500kb.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-23T14:57:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-23T15:16:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG_8435-500kb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG_8435-500kb.jpg\",\"width\":1200,\"height\":1600,\"caption\":\"img 8435 500kb\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/\",\"name\":\"El Haq Insight\",\"description\":\"Wawasan Akademik dan Informasi Publikasi Terkini\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#organization\",\"name\":\"El Haq Insight\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png\",\"width\":802,\"height\":856,\"caption\":\"El Haq Insight\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/author\\\/admin_elhaq\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi - | El Haq Insight","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi - | El Haq Insight","og_description":"Oleh: Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I. Dosen IAIN Parepare Sejarah suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah, kekuatan kerajaan, atau peninggalan bangunan bersejarah. Ada warisan yang jauh lebih berharga, yakni nilai-nilai yang tetap hidup dalam masyarakat meskipun zaman terus berubah. Tanah Mandar merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan tersebut. Di sepanjang pesisir barat...","og_url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/","og_site_name":"| El Haq Insight","article_published_time":"2026-10-23T14:57:33+00:00","article_modified_time":"2026-10-23T15:16:13+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":1600,"url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/person\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f"},"headline":"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi","datePublished":"2026-10-23T14:57:33+00:00","dateModified":"2026-10-23T15:16:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/"},"wordCount":1116,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/","name":"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi - | El Haq Insight","isPartOf":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg","datePublished":"2026-10-23T14:57:33+00:00","dateModified":"2026-10-23T15:16:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#primaryimage","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg","contentUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg","width":1200,"height":1600,"caption":"img 8435 500kb"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/tanah-mandar-negeri-para-ulama-dan-penjaga-tradisi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanah Mandar: Negeri Para Ulama dan Penjaga Tradisi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#website","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/","name":"El Haq Insight","description":"Wawasan Akademik dan Informasi Publikasi Terkini","publisher":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#organization","name":"El Haq Insight","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png","contentUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png","width":802,"height":856,"caption":"El Haq Insight"},"image":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/person\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight"],"url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/author\/admin_elhaq\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg",1200,1600,false],"thumbnail":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-225x300.jpg",225,300,true],"medium_large":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-768x1024.jpg",640,853,true],"large":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-768x1024.jpg",640,853,true],"1536x1536":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-1152x1536.jpg",1152,1536,true],"2048x2048":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb.jpg",1200,1600,false],"newsmatic-featured":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-820x545.jpg",820,545,true],"newsmatic-list":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-600x400.jpg",600,400,true],"newsmatic-thumb":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-300x200.jpg",300,200,true],"newsmatic-small":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-150x95.jpg",150,95,true],"newsmatic-grid":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_8435-500kb-400x250.jpg",400,250,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/author\/admin_elhaq\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Oleh: Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I. Dosen IAIN Parepare Sejarah suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah, kekuatan kerajaan, atau peninggalan bangunan bersejarah. Ada warisan yang jauh lebih berharga, yakni nilai-nilai yang tetap hidup dalam masyarakat meskipun zaman terus berubah. Tanah Mandar merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan tersebut. Di sepanjang pesisir barat...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3323"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3323\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3327,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3323\/revisions\/3327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}