{"id":2928,"date":"2026-05-30T01:49:14","date_gmt":"2026-05-30T01:49:14","guid":{"rendered":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/?p=2928"},"modified":"2026-05-30T02:52:29","modified_gmt":"2026-05-30T02:52:29","slug":"hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/","title":{"rendered":"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Oleh: <strong>Islamul Haq |<\/strong> Founder El Haq Global Academic<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi sebagian besar umat Muslim, Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah sering kali hanya diingat sebagai waktu dilarangnya berpuasa setelah Hari Raya Idul Adha. Namun jika digali lebih dalam, tiga hari ini menyimpan filosofi yang sangat membumi, sebuah titik temu yang indah antara syariat agama, keterbatasan teknologi zaman dahulu, dan pemenuhan hajat hidup manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara bahasa, kata tasyriq berakar dari tradisi menjemur atau mendendeng daging di bawah terik matahari (\u062a\u0642\u062f\u064a\u062f \u0627\u0644\u0644\u062d\u0645 \u0648\u0646\u0634\u0631\u0647 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0634\u0645\u0633). Untuk memahami mengapa istilah fisik ini bisa abadi menjadi nama hari ibadah, kita harus menarik mesin waktu kembali ke abad ke-7 masehi, atau bahkan jauh sebelum Islam datang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa itu, jazirah Arab adalah wilayah tandus dengan cuaca ekstrem. Masyarakatnya hidup dalam budaya nomaden atau semi-nomaden. Satu hal yang paling krusial untuk dipahami: dulu belum ada teknologi lemari pendingin (kulkas), pengawet kimia, ataupun ruang pembeku (freezer) seperti sekarang. Ketika ribuan hewan kurban disembelih secara serentak dalam satu waktu di Mina dan wilayah sekitarnya, masyarakat dihadapkan pada tantangan logistik yang luar biasa. Daging adalah komoditas yang sangat cepat membusuk, terutama di tengah suhu gurun yang menyengat. Jika dibiarkan begitu saja, ratusan ton daging kurban akan terbuang sia-sia dan memicu penyakit. Di sisi lain, memakan semua daging itu dalam satu hari jelas tidak mungkin. Sementara itu, para jemaah haji dan kaum dhuafa membutuhkan bekal makanan yang awet untuk perjalanan pulang yang memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan melintasi padang pasir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, menjemur daging di bawah terik matahari utara yang dalam bahasa Arab disebut tasyriq adalah satu-satunya solusi teknologi pangan paling mutakhir yang mereka miliki saat itu. Daging dipotong tipis-tipis, ditaburi garam, lalu dihamparkan di atas batu-batu panas atau digantung di tenda-tenda Mina agar kadar airnya habis. Dengan hilangnya kadar air, bakteri pembusuk tidak bisa berkembang biak. Daging kering atau dendeng inilah yang kemudian menyelamatkan ribuan nyawa dari kelaparan selama perjalanan jauh melintasi gurun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari realitas sosial inilah Islam kemudian meletakkan aturan hukum fiqih yang sangat unik: umat Islam diharamkan untuk berpuasa pada tiga hari tersebut. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Larangan puasa ini adalah bentuk kasih sayang Tuhan yang sangat logis. Bayangkan jika setelah lelah berpantang dan melakukan ritual haji yang berat, lalu di tengah melimpahnya daging yang sedang dijemur itu umat Islam justru diwajibkan atau dibiarkan berpuasa. Hal itu tentu akan menyiksa fisik dan justru bertentangan dengan esensi merayakan nikmat. Allah SWT ingin mengajari manusia cara bersyukur yang jujur. Bersyukur tidak selalu berarti menahan lapar; pada Hari Tasyrik, bersyukur justru dilakukan dengan cara makan, minum, menikmati hidangan, dan memastikan tidak ada satu pun perut kaum fakir miskin yang kelaparan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, Islam tidak membiarkan momen makan-makan ini jatuh menjadi pesta pora yang konsumtif atau sekadar memuaskan urusan perut. Di sinilah letak keseimbangannya. Larangan berpuasa diimbangi dengan perintah mutlak untuk memperbanyak zikir, takbir, tahmid, dan tahlil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ulama besar seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari mencatat bagaimana para sahabat dan tabi\u2019in memenuhi hari-hari ini dengan gemuruh takbir setelah shalat fardhu. Bahkan  Imam Abu Hanifah menekankan bahwa amalan paling utama di hari-hari ini adalah mengaitkan setiap usainya shalat dengan bacaan takbir. Mengapa? Agar ketika fisik manusia dikenyangkan oleh daging dan minuman, ruhani mereka tidak ikut menjadi malas atau lupa diri. Perut yang kenyang harus melahirkan lisan yang basah oleh zikir, bukan lisan yang sibuk menggunjing atau menyombongkan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini, berabad-abad telah berlalu. Di era modern, jemaah haji dan umat Muslim di rumah tidak lagi perlu bersusah payah menggelar daging di bawah terik matahari karena sudah ada teknologi pendingin modern dan pengalengan daging yang canggih. Namun, nama &#8220;Tasyrik&#8221; tetap tidak diubah. Nama itu abadi sebagai pengingat sejarah tentang bagaimana umat terdahulu berjuang mengelola berkah pangan dari Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi kita yang hidup hari ini, Hari Tasyrik seharusnya tidak lagi dipandang sekadar sebagai &#8220;hari libur puasa&#8221;. Hari-hari ini adalah momentum untuk meniru semangat tasyriq masa lalu dalam konteks modern: yaitu semangat mengelola, mengawetkan, dan mendistribusikan kebaikan agar manfaatnya bisa bertahan lama dan menjangkau mereka yang membutuhkan. Menikmati makanan dengan kesadaran penuh bahwa ada hak Allah dan hak sesama di dalam setiap suapannya adalah esensi tertinggi dari tiga hari yang berkilau di bulan Dzulhijjah ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Islamul Haq | Founder El Haq Global Academic Bagi sebagian besar umat Muslim, Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah sering kali hanya diingat sebagai waktu dilarangnya berpuasa setelah Hari Raya Idul Adha. Namun jika digali lebih dalam, tiga hari ini menyimpan filosofi yang sangat membumi, sebuah titik temu yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2935,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging - | El Haq Insight<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging - | El Haq Insight\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Islamul Haq | Founder El Haq Global Academic Bagi sebagian besar umat Muslim, Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah sering kali hanya diingat sebagai waktu dilarangnya berpuasa setelah Hari Raya Idul Adha. Namun jika digali lebih dalam, tiga hari ini menyimpan filosofi yang sangat membumi, sebuah titik temu yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"| El Haq Insight\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-30T01:49:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-30T02:52:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1243\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f\"},\"headline\":\"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging\",\"datePublished\":\"2026-05-30T01:49:14+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-30T02:52:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/\"},\"wordCount\":696,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/kajanmasjid.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/\",\"name\":\"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging - | El Haq Insight\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/kajanmasjid.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-05-30T01:49:14+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-30T02:52:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/kajanmasjid.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/kajanmasjid.jpeg\",\"width\":1243,\"height\":1600,\"caption\":\"kajanmasjid\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/\",\"name\":\"El Haq Insight\",\"description\":\"Wawasan Akademik dan Informasi Publikasi Terkini\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#organization\",\"name\":\"El Haq Insight\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png\",\"width\":802,\"height\":856,\"caption\":\"El Haq Insight\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/elhaqpubcenter.org\\\/insight\\\/author\\\/admin_elhaq\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging - | El Haq Insight","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging - | El Haq Insight","og_description":"Oleh: Islamul Haq | Founder El Haq Global Academic Bagi sebagian besar umat Muslim, Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah sering kali hanya diingat sebagai waktu dilarangnya berpuasa setelah Hari Raya Idul Adha. Namun jika digali lebih dalam, tiga hari ini menyimpan filosofi yang sangat membumi, sebuah titik temu yang...","og_url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/","og_site_name":"| El Haq Insight","article_published_time":"2026-05-30T01:49:14+00:00","article_modified_time":"2026-05-30T02:52:29+00:00","og_image":[{"width":1243,"height":1600,"url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/person\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f"},"headline":"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging","datePublished":"2026-05-30T01:49:14+00:00","dateModified":"2026-05-30T02:52:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/"},"wordCount":696,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/","name":"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging - | El Haq Insight","isPartOf":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg","datePublished":"2026-05-30T01:49:14+00:00","dateModified":"2026-05-30T02:52:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#primaryimage","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg","contentUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg","width":1243,"height":1600,"caption":"kajanmasjid"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/hari-tasyrik-nalar-kemanusiaan-dan-ketuhanan-di-balik-tradisi-mengeringkan-daging\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hari Tasyrik: Nalar Kemanusiaan dan Ketuhanan di Balik Tradisi Mengeringkan Daging"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#website","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/","name":"El Haq Insight","description":"Wawasan Akademik dan Informasi Publikasi Terkini","publisher":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#organization","name":"El Haq Insight","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png","contentUrl":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gemini_Generated_Image_2dzqjt2dzqjt2dzq-Diedit.png","width":802,"height":856,"caption":"El Haq Insight"},"image":{"@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/#\/schema\/person\/e6135777c8cef190f53ac9948c59c86f","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e984126f2c7002af34f9da281919d9c88e3fcc721e98abdb44b8ec7b669c18ed?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight"],"url":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/author\/admin_elhaq\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg",1243,1600,false],"thumbnail":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-233x300.jpeg",233,300,true],"medium_large":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-768x989.jpeg",640,824,true],"large":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-796x1024.jpeg",640,823,true],"1536x1536":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-1193x1536.jpeg",1193,1536,true],"2048x2048":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid.jpeg",1243,1600,false],"newsmatic-featured":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-820x545.jpeg",820,545,true],"newsmatic-list":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-600x400.jpeg",600,400,true],"newsmatic-thumb":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-300x200.jpeg",300,200,true],"newsmatic-small":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-150x95.jpeg",150,95,true],"newsmatic-grid":["https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kajanmasjid-400x250.jpeg",400,250,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/author\/admin_elhaq\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Oleh: Islamul Haq | Founder El Haq Global Academic Bagi sebagian besar umat Muslim, Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah sering kali hanya diingat sebagai waktu dilarangnya berpuasa setelah Hari Raya Idul Adha. Namun jika digali lebih dalam, tiga hari ini menyimpan filosofi yang sangat membumi, sebuah titik temu yang...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2928"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2950,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2928\/revisions\/2950"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/elhaqpubcenter.org\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}